sambutan

Welcome To www.chilmansyarif.blogspot.com.
Thank you for your visit on the website Syarif's blog.
Hopefully this article can be useful for all of you. I apologize if there are posts that are less obvious or wrong in writing. The request also criticisms and suggestions if there are any writings or opinions that are contrary to the truth, so that later writings will be revised again

Search This Site

lagi loading...

Saturday, May 9, 2015

Peran Tasawuf dalam meningkatkan kecerdasan Intelektual

Tasawuf
Saya dapat pengetahuan baru ketika berdiskusi hari ini (Sabtu, 9 Mei 2015) tepatnya sekitar jam 5 sore. Berdiskusi terkait dengan akhlak tasawuf. Dan saya ingin berbagi dengan kawan-kawan. Saya ingin sharing kepada kawan semua supaya kita bersama-sama bisa mengamalkan atas ilmu yang sudah kita peroleh.

Berdiskusi "Peran Tasawuf dalam meningkatkan kecerdasan intelektual". Tema yang sangat menarik kawan untuk kita bahas. Ternyata ilmu tasawuf bisa berperan dalam meningkatkan kecerdasan intelektual.

Langsung saja contohnya dalam kehidupan sehari-hari. Jadilah manusia yang selalu menilai buruk terhadap diri kita sendiri, walaupun akhlak kita sebenarnya adalah sudah baik. Begitupun sebaliknya, setiap orang yang kita temui anggaplah atau nilai-lah dia adalah manusia yang baik, walaupun kenyataannya adalah orang itu banyak berkelakuan / berakhlak buruk.

Tasawuf memanglah begini kawan. Jangan kaget. Terkadang memang selalu bertentangan dengan akal sehat. Jelas-jelas orang berkelakuan buruk, akan tetapi malah dinilai baik. Yang jelek dinilai baik, yang buruk malah dinilai baik. Sudah berkebalian.

Ternyata dibalik semua itu ada hikmah besar yang dapat kita ambil. Kenapa tidak?
Pertama, ketika kita selalu menilai bahwa diri kita adalah manusia yang selalu mempunyai akhlak buruk, walaupun memang sebenarnya akhak kita lebih baik dari kebanyakan orang, maka kita akan selalu ingin dan ingin untuk memperbaiki diri kita kearah yang lebih baik. Sebaik apapun akhlak seseorang, pasti juga mempunyai akhlak buruk. Artinya disini kita harus banyak-banyak merasa (bermuhasabah) diri kita adalah orang yang mempunyai akhlak buruk. Selalu menilai diri kita itu orang buruk. Ini juga bisa menghindarkan diri kita terhadap sifat sombong atau bahasa santrinya adalah sifat takabbur. Karena sudah jelas di katakan dalam Al-Qur'an dan Hadis tentang larangan sombong.

kedua, selalu melihat dan menilai orang lain itu baik, walaupun orang itu tidak sebaik akhlak kita. Karena dengan selalu menilai orang lain itu baik, kita akan selalu mendapatkan sebuah motivasi darinya untuk selalu melakukan kebaikan. Seburuk apapun akhlak seseorang, pasti juga mempunyai akhlak baik, walaupun memang sedikit. Yang kita lihat itu bukan akhlak buruknya, akan tetapi akhlak baiknya lah yang kita cari dan kita contoh.

Begitupun dengan orang yang sukses dalam berbisnis. Misalnya, ada seorang pengusaha sukses yang mempunyai perusahaan sangat besar. Akan tetapi, walaupun dia sukses, dia tidak merasa sukses. Bahkan merasa lebih rendah daripada pengusaha lain. Dengan dia menganggap lebih rendah daripada pengusaha lain, maka akan timbul rasa untuk selalu ingin memperbaiki perusahaannya ke yang lebih baik.

Selalu menilai perusahaan orang lain lebih bagus darinya, walaupun kenyataannya lebih jelek sekalipun. Dengan begini, maka akan selalu ada motivasi bagi dirinya untuk menjadikan perusahaannya lebih bagus lagi.

Orang yang selalu merasa sukses, maka usaha bisnisnya akan selalu tetap atau mengalami stagnasi. Karena sudah merasa paling di atas dan paling sukses. Akan tetapi bagi seorang pengusaha yang selalu merasa lebih rendah daripada pengusaha yang lain, maka dia akan selalu mencoba untuk bangkit dan selau maju.

Disinilah peran tasawuf dalam mengasah untuk meningkatkan kecerdasan intelektual. Ini juga bisa diterapkan dalam berbagai hal dalam kehidupan kita sehari-hari.

Sekian dulu dari saya, semoga bermanfaat. Wallaahu'alamu bi Al-Showab.

No comments:

Post a Comment

===> Thanks for the Comment <===

Free Subscription

Enter Your Email Address To Get The Latest Articles:

Delivered by FeedBurner

Author


Chilman Syarif